JAKARTA, Bisnis.com — Emiten pengembang pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), resmi menyetujui penggantian Wali Amanat atas surat utang berwawasan lingkungan Green Bond I Arkora Hydro Tahun 2023.
Posisi Wali Amanat yang sebelumnya dipegang oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kini resmi dialihkan kepada PT Bank Mega Tbk. (MEGA).
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar pada Selasa (6/10/2026) di kantor perseroan, SCBD Lot 28, Jakarta Selatan.
Berdasarkan ringkasan risalah rapat yang dirilis perseroan pada Kamis (8/10/2026), RUPO tersebut dihadiri oleh pemegang obligasi dan/atau kuasanya yang mewakili nilai pokok sebesar Rp19,50 miliar. Nilai itu setara dengan 89,31% dari total jumlah pokok obligasi yang belum dilunasi sebesar Rp21,83 miliar (di luar kepemilikan perseroan atau afiliasinya).
"Kuorum kehadiran telah terpenuhi sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan dan ketentuan POJK No. 20/POJK.04/2020, sehingga rapat sah untuk mengambil keputusan yang mengikat," tulis manajemen dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Hasil pemungutan suara menunjukkan persetujuan mutlak 100% dari total suara yang hadir. Pemegang obligasi memberikan suara bulat tanpa ada pemegang saham yang menolak maupun menyatakan abstain.
Secara rinci, keputusan rapat menyetujui empat poin utama:
Penggantian Wali Amanat
Menyetujui pengunduran diri/penggantian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sekaligus memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab penuh (acquit et de charge) atas tindakan yang telah dilakukan selama masa jabatannya.
- Penunjukan Wali Amanat Baru
- Resmi mengangkat PT Bank Mega Tbk. sebagai Wali Amanat pengganti.
- Perubahan Perjanjian
- Menyetujui perubahan/addendum Perjanjian Perwaliamanatan sehubungan dengan transisi tersebut.
- Pemberian Kuasa
Memberikan kuasa penuh dengan hak substitusi kepada Bank Mega untuk menandatangani akta, menghadap notaris, serta mengurus pelaporan administratif kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Agenda rapat ini turut dihadiri langsung oleh manajemen ARKO, di antaranya Direktur Utama Aldo Henry Artoko dan Direktur Ricky Hartono, serta perwakilan dari BNI, Bank Mega, dan Notaris Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito.