Green Power Group dan Oscarmas Dirikan GOIN, Bidik Pasar Baterai Truk Listrik

Green Power Group dan Oscarmas Dirikan GOIN, Bidik Pasar Baterai Truk Listrik
Rombongan Green Power Group, Oscarmas, dan Gotion meninjau area workshop Oscarmas.

JAKARTA — Emiten solusi energi PT Green Power Group Tbk. (IDX: LABA) bersama PT Oscar Investama Indonesia (grup Oscarmas) resmi mendirikan perusahaan patungan (joint venture) baru bernama PT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN).

Langkah strategis ini menandai percepatan ekspansi ekosistem baterai kendaraan niaga listrik berbasis model Battery-as-a-Service (BaaS) di Tanah Air.

Penandatanganan Akta Pendirian GOIN dilaksanakan di Mandiri Inhealth Tower, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/10/2026). Aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 September 2026 lalu.

Dalam struktur kepemilikan modal dasar senilai Rp10 miliar tersebut, Green Power Group memegang porsi mayoritas sebesar 51% saham, sementara PT Oscar Investama Indonesia menguasai 49% saham. Direktur Utama Green Power Group, Chen Xiaoxiao, ditunjuk menjabat sebagai Direktur GOIN, sedangkan posisi komisaris diisi oleh Williem Tanjung Oscar dari grup Oscarmas.

Direktur Utama Green Power Group Chen Xiaoxiao menegaskan bahwa potensi pasar kendaraan niaga listrik tidak hanya berfokus pada penjualan unit kendaraan.

"Peluang elektrifikasi kendaraan niaga jauh lebih besar daripada sekadar menjual truk listrik," ujar Chen dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Chen menambahkan, usai penandatanganan akta, fokus utama perusahaan patungan ini adalah langsung masuk ke tahap eksekusi operasional.

"Penandatanganan akta ini menandai GOIN resmi didirikan. Fokus kami sekarang adalah eksekusi: memastikan baterai, armada, dan rute pertama siap beroperasi dengan standar yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Garap Model Battery-as-a-Service

GOIN dirancang untuk mengoperasikan rantai layanan baterai terintegrasi, mencakup perdagangan dan penyewaan baterai, penyimpanan tenaga listrik, pemasangan jaringan, pengoperasian SPKLU, hingga perawatan dan pemeliharaan.

Model bisnis utama yang diusung adalah Battery-as-a-Service (BaaS) untuk truk listrik. Melalui skema ini, GOIN akan memiliki dan mengelola aset baterai, sementara pengusaha atau operator logistik cukup membayar biaya sewa secara berkala.

Strategi memisahkan kepemilikan baterai dari unit truk ini dinilai mampu memangkas belanja modal (capex) awal elektrifikasi armada secara signifikan.

Sebagai bentuk percepatan operasional, manajemen GOIN bersama produsen baterai Gotion langsung meninjau fasilitas workshop Oscarmas pada Kamis (15/10/2026). Langkah ini ditujukan untuk mematangkan spesifikasi teknis dan pasokan baterai truk listrik yang akan digunakan.

Jaringan purnajual dan distribusi alat berat milik Oscarmas, yang mencakup distributor ekskavator Sumitomo, Hyundai Construction Equipment, hingga agen tunggal dump truck Chenglong, akan dimanfaatkan sebagai jalur penetrasi pasar GOIN di 11 kota besar.

Komisaris GOIN Williem Tanjung Oscar menyampaikan bahwa rekam jejak Oscarmas di sektor alat berat akan memperkuat layanan teknis baterai GOIN.

"Oscarmas membawa pengalaman lebih dari satu dekade di distribusi alat berat dan layanan purnajual. Kami ingin setiap truk listrik yang menggunakan baterai GOIN didukung layanan teknis yang sama andalnya," ungkap Williem.

Standardisasi Baterai Truk Ringan

Dari hasil rapat teknis bersama Gotion, para pihak menyepakati rekomendasi satu spesifikasi baterai standar untuk truk ringan kelas 4 ton, 8 ton, dan 12 ton. Baterai standar ini dirancang memiliki kapasitas daya lebih besar, tetapi dengan dimensi fisik yang lebih ringkas.

Standardisasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan ruang muatan kendaraan, menekan bobot kosong truk, serta meningkatkan efisiensi konsumsi energi secara keseluruhan.

Saat ini, Gotion tengah menyiapkan kepastian ketersediaan dan jadwal pengiriman unit baterai sesuai spesifikasi tersebut. GOIN dijadwalkan memulai operasional secara bertahap setelah seluruh perizinan berusaha terpenuhi, dimulai dari pemetaan rute logistik yang terukur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index