Tim Ekspedisi Patriot UI Terapkan Sistem Posyandu 5 Meja untuk Cegah Stunting di Werabur Papua Barat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:06:57 WIB

WERABUR, PAPUA BARAT – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) 12 menerapkan Sistem Posyandu 5 Meja untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan memperkuat upaya pencegahan stunting di Kampung Werabur, Papua Barat. Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan, Puskesmas Werabur, dan masyarakat setempat.

Kegiatan yang dipimpin drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D., bersama anggota tim Refaldo, Fitria, Gilar, Iky, dan Evan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga. Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, kader kesehatan, hingga anak usia prasekolah.

Tim Patriot UI Perkenalkan Sistem Posyandu 5 Meja

Anggota TEP UI 12, Refaldo, menjelaskan bahwa penerapan Sistem Posyandu 5 Meja bertujuan memaksimalkan alur pelayanan kesehatan dasar agar lebih terstruktur, efisien, dan terukur.

Sistem tersebut terdiri atas lima tahapan pelayanan. Meja pertama digunakan untuk pendaftaran dan pendataan peserta yang hadir. Pada meja kedua, petugas melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Selanjutnya, meja ketiga berfungsi untuk pencatatan hasil pengukuran, termasuk perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pencatatan status gizi. Pada meja keempat, peserta mendapatkan pelayanan kesehatan umum dan gigi-mulut, konsultasi, serta pelayanan vaksinasi dan imunisasi.

Sementara itu, meja kelima difokuskan pada penyuluhan dan edukasi kesehatan masyarakat, termasuk informasi mengenai pencegahan stunting. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.

Makanan tambahan tersebut diolah oleh para mama yang aktif menjadi pengurus di Kampung Werabur. Menu yang disediakan antara lain bubur kacang hijau, susu, nasi, telur, ayam, sayur, lauk-pauk, serta jajanan olahan masyarakat setempat.

Kegiatan ini turut dibuka oleh Kris, Kepala Puskesmas Werabur, yang mewakili tenaga kesehatan setempat.

Kader Posyandu Werabur Rasakan Manfaat Sistem 5 Meja

Penerapan Sistem Posyandu 5 Meja mendapat respons positif dari para kader kesehatan di Kampung Werabur. Sebelumnya, pelayanan posyandu di wilayah tersebut masih menggunakan sistem tiga meja.

Ketua Kader Posyandu Werabur, Mama Iso, mengatakan bahwa pembaruan alur pelayanan membantu kader menjalankan tugas dengan lebih teratur dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sistem posyandu 5 meja ini sangat efektif dan memudahkan kami para kader dalam bekerja serta melayani masyarakat secara lebih teratur," ujar Mama Iso.

Ia memimpin tim yang terdiri atas 10 kader posyandu. Dengan penerapan sistem baru tersebut, para kader diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat.

Selain memberikan pendampingan, Tim Ekspedisi Patriot UI juga menghibahkan satu set timbangan, alat ukur antropometri, serta sikat dan pasta gigi. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemantauan pertumbuhan anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Perkuat Pencegahan Stunting dan Kesehatan Ibu Anak di Papua Barat

Kolaborasi antara Tim Ekspedisi Patriot UI, kader posyandu, Puskesmas Werabur, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Penerapan Sistem Posyandu 5 Meja tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki alur pelayanan, tetapi juga memperkuat kapasitas kader lokal dalam memantau pertumbuhan anak, memberikan edukasi kesehatan, serta mendukung upaya pencegahan stunting.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan posyandu juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah perbatasan Papua Barat.

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia merupakan program pengabdian masyarakat dan riset terpadu mahasiswa UI melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan akses kesehatan, dan pengembangan potensi daerah di kawasan pelosok serta wilayah perbatasan Indonesia.

Kegiatan tersebut sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan pengentasan kemiskinan (SDG 1), kehidupan sehat dan sejahtera (SDG 3), serta pendidikan berkualitas (SDG 4).

Terkini